Pendidikan merupakan aspek penting dalam kemajuan suatu daerah sekaligus menjadi corong kemajuan sumber daya manusia. Sumberdaya manusia yang baik akan mendorong lahirnya kasadaran hidup lebih baik tentunya akan berkaitan dengan kemajuan daerah di aspek ekonomi. Sebab pendidikan yang baik akan membuat manusia bisa survive dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin mengglobal seperti saat ini.

Sejak pemberlakuan UU 23/2014 pada 2017 lalu, pengelolaan SMA/SMK diambil alih oleh pemerintah provinsi. Ada beberapa dampak positif dari kebijakan itu. Antar lain, pengelolaan pendidikan lebih fokus dan efisien. Kemudian, praktek KKN diharapkan semakin berkurang dan pemerataan mutu pendidikan. Selain itu, pengelolaan anggaran pendidikan lebih fokus.

Kota Madiun merupakan salah satu Kota Besar di Jawa Timur yang memiliki tingkat kemajuan pendidikan yang cukup signifikan. Terbukti Berbagai perguruan tinggi maupun Universitas telah berdiri dan menjamur di Kota Pecel ini.

Kampus ini terbagi beberapa fakultas dan jurusan seperti Pendidikan, ekonomi, hukum, kesehatan, sospol, dan agama Islam. Hal ini membuat para pelajar dari berbagi daerah, khususnya kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Madiun menjadikan kota ini sebagai rujukan pendidikan.

 

“Dengan adanya lembaga pendidikan tinggi yang diinisiasi oleh pemkot, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendidikan di Kota Madiun,” Kata Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto yang disampaikan melalui, Sekda Kota Madiun, Rusdiyanto, saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Menengah dan Peluang Pendidikan Tinggi di Kota Madiun.

Tentunya peran serta Pemerintah sangat diperlukan guna pengembangan, pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan baik dari pemerintah, pemda, maupun masyarakat harus berlangsung secara sinergis..

“Sistem pendidikan nasional dimaksudkan untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas, mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah,” Ujar Rusdiyanto, kemarin.

Menjadikan Kota Madiun sebagai Kota Pendidikan memang tidak berlebihan rasanya. Selain sudah tercukupinya segala fasilitas dunia pendidikan, secara geografis, Kota Madiun berada diwilayah yang cukup strategis dan merupakan kota transit. Sehingga layanan sarana dan prasarana mudah terjangkau dapat menunjang dunia pendidikan yang lebih baik dan maju.

Disebutkan, pada jalur selatan, Kota Madiun terhubung dengan kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat seperti Surabaya, Jombang, Madiun, Solo, Jogjakarta sampai DKI Jakarta. Dengan mudahnya pelayanan dari berbagai sarana dan prasarana Kota Madiun dapat melayani kepentingan dalam skala regional dan nasional. Ini, artinya, Kota Madiun sudah ditunjang dengan berbagai akses dan kemudahan.

Dengan mudahnya seluruh akses itulah, diharapakan para pelajar maupun orang tua murid tak perlu kuatir lagi, akan kemanakah nantinya putra putrinya memilih universtias maupun perguruan tinggi  guna menentukan masa depan pendidikan nantinya.

“Dalam era globalisasi dan informasi saat ini, keterbukaan telah menjadi karakteristik kehidupan yang demokratis. Hal ini membawa dampak cepat usangnya kebijakan dan praktek pendidikan. Parameter kualitas pendidikan baik dilihat dari segi pasokan, proses, dan hasil pendidikan selalu berubah.”pungkasnya.

Lebih lanjut, Rusdiyanto mengatakan, pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Baik pemerintah, masyarakat, dan orang tua. Karenanya, pendidikan harus terus ditingkatkan kualitasnya melalui pembaharuan.

“Tentu saja, yang dapat dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan atau stakeholder. Agar mampu mempersiapkan generasi penerus bangsa sejak dini. Hingga, membentuk manusia yang unggulan dan kompetitif.”imbuhnya. (bow)